Selasa, 23 April 2013

Pengertian Manajemen Peserta Didik


         Pengertian Manajemen Peserta Didik
Ungkapan Manajemen Peserta Didik merupakan penggabungan dari kata manajemen dan peserta didik. Pengertian peserta didik menurut ketentuan umum UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan satuan pendidikan tertentu. Peserta didik  adalah orang yang mempunyai pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa depan. Dari pengertian beberapa ahli, bisa dikatakan bahwa peserta didik adalah orang/individu yang mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan agar tumbuh dan berkembang dengan baik serta mempunyai kepuasan untuk menerima pelajaran yang diberikan oleh pendidiknya.
Dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen peserta didik adalah  suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitam dengan siswa disuatu sekolah mulai dari perencanaan penerimaan peserta didik, pembinaan yang dilakukan selama siswa berada di sekolah sampai peserta didik itu menyelesaikan pendidikannya di sekolah. Dengan kata lain manajemen peserta didik merupakan keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerjasama dalam bidang kesiswaan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah.
Dengan demikian manajemen peserta didik itu bukanlah dalam bentuk kegiatan pencatatan pesert didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas, yang secara operasional dapat dipergunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan.

Senin, 22 April 2013

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


A.  Identitas Mata Pelajaran
1.      Nama Sekolah                         : SDN SAPUTRA
2.      Kelas/Semester                        : IV (Empat) /1 (satu)
3.      Mata Pelajaran                         : Matematika
4.      Pokok Bahasan Pelajaran        : Operasi hitung campuran
5.      Jumlah Pertemuan                   : 2 x 35 menit  (1 X pertemuan)       

B.  Standar Kompetensi       
1.      Memahami dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam
pemecahan masalah.

C.  Kompetensi Dasar
1.4    Melakukan operasi hitung campuran.

D.  Indikator Pencapaian Kompetensi
1.    Menentukan aturan operasi hitung campuran.
2.    Menyelesaikan soal cerita yang mengandung pengerjaan hitung campuran.

E.  Tujuan Pembelajaran
1.    Siswa dapat menentukan aturan operasi hitung campuran.
2.    Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang mengandung pengerjaan hitung campuran.

Ø Karakter siswa yang diharapkan :
ü Disiplin (Discipline)
ü Rasa hormat dan perhatian (respect)
ü Tekun (diligence)
ü Tanggung jawab (responsibility)
F.   Materi Pembelajaran
Operasi hitung bilangan
ü operasi hitung campuran
ü penyelesaian soal cerita operasi hitung bilangan

G. Metode Pembelajaran
Pembelajaran Langsung dan Problem Solving.

H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
No
Kegiatan
Sub Kegiatan
Waktu
Pengorganisasian Siswa
Siswa
Guru
1.
Pendahuluan
a.    Menjawab salam





b.    Berdoa bersama guru dipimpin ketua kelas

c.    Mengikuti presensi

d.   Mengikuti games yang diberikan guru


e.    Menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan guru

a.    Membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam

b.    Meminta ketua kelas memimpin doa

c.    Melakukan presensi

d.   Memberikan games untuk membangkitkan semangat siswa

e.    Mengemukakan tujuan pembelajaran

15
menit
Individu
2.
Pembelajaran Inti
ü Eksplorasi
a.    Bersama guru membuka buku pelajaran mengenai  bab operasi hitung bilangan

b.    Memperhatikan guru yang menjelaskan mengenai konsep operasi hitung bilangan

ü Elaborasi
a.  Mengerjakan soal cerita dengan melakukan operasi hitung campuran



b.  Mengerjakan soal operasi hitung bilangan di depan kelas



ü Konfirmasi
a.  Memperhatikan umpan balik yang diberikan oleh guru







b.  Melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan



c.    Siswa dan guru bertanya jawab mengenai materi yang belum diketahui siswa

a.  Bersama siswa membuka buku pelajaran mengenai  bab operasi hitung bilangan

b.  Menjelaskan mengenai konsep operasi hitung bilangan




a.    Memantau siswa mengerjakan soal cerita dengan melakukan operasi hitung campuran

b.    Menunjuk tiga siswa untuk mengerjakan soal operasi hitung bilangan di depan kelas


a.    Memberikan umpan balik positif dan penguatan
dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa

b.    Memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan

c.    Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

45 menit
Individu
3.
Penutup
a.    Bersama-sama dengan guru membuat rangkuman
atau simpulan pelajaran

b.    Dapat menjawab pertanyaan yang diberikan guru mengenai materi pelajaran yang telah diberikan


c.    Menyimak tugas lanjut yang diberikan guru

d.   Menyimak rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

e.    Berdoa bersama dan menjawab salam penutup dari guru
a.    Bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran


b.    Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram

c.    Memberikan tugas lanjut kepada siswa


d.   Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

e.    Berdoa bersama dan mengucapkan salam penutup

10 menit
Individu

I.     Media dan Sumber Belajar
1.      Media Pembelajaran
a.    Gambar
2.      Sumber Belajar
a.    Buku Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 4
b.    Matematika SD untuk Kelas IV  4 B Esis
c.    Matematika Progesif  Teks Utama SD Kelas 4

J.    Penilaian Hasil Belajar
1.    Prosedur Penilaian
a.       Indikator Pencapaian        : Menghitung operasi hitung campuran
Kompetensi 
b.      Teknik                               : Tugas individu
c.       Bentuk instrumen              : Laporan buku pekerjaan rumah
d.      Soal/ instrumen                 : terlampir

K. Lampiran
1.      Lampiran 1      : Materi Pembelajaran
2.      Lampiran 2      : Format Soal/ Instrumen
3.      Lampiran 3      : Format Penilaian Akhir




Malang, 22 April 2013
                                                      Mengetahui

Kepala Sekolah                                                         Guru Mapel Matematika



Drs. Pradika Wahyu Saputra                                 Ayu Linda Puspita S.Pd
NIP : 115030400111055                                           NIP : 110131436555



Lampiran 1
MATERI PEMBELAJARAN

A.  Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan
Ada 3 sifat yang dimiliki operasi hitung bilangan cacah. Sifat-sifat tersebut adalah sifat komutatif, sifat asosiatif, dan sifat distributive. Ketiga sifat ini sangat penting karena dapat mempermudah penyelesaian.
1.    Sifat Komutatif
Seperti yang telah kamu ketahui, sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjumlahan berikut.
2 + 4 = 6
4 + 2 = 6
Jadi, 2 + 4 = 4 + 2.
Sifat seperti ini dinamakan sifat komutatif pada penjumlahan.

Sekarang, coba perhatikan perkalian berikut.
2 × 4 = 8
4 × 2 = 8
Jadi, 2 × 4 = 4 × 2.
Sifat seperti ini dinamakan sifat komutatif pada perkalian.

Apakah sifat komutatif berlaku pada pengurangan dan pembagian?
Perhatikan contoh berikut.
a. 2 – 4 = –2 dan 4 – 2 = 2
Jadi, 2 – 4 tidak sama dengan 4 – 2, atau 2 – 4 ≠ 4 – 2.
b. 2 : 4 = 0,5 dan 4 : 2 = 2
Diperoleh bahwa 2 : 4 tidak sama dengan 4 : 2, atau 2 : 4 ≠ 4 : 2
Description: http://www.crayonpedia.org/wiki/images/4/44/Bilangan_B_2.jpg
Jadi, pada pengurangan dan pembagian tidak berlaku sifat komutatif.
2.    Sifat Asosiatif
Pada penjumlahan dan perkalian tiga bilangan bulat berlaku sifat asosiatif atau disebut juga sifat pengelompokan. Perhatikanlah contoh penjumlahan tiga bilangan berikut.
(2 + 3) + 4 = 5 + 4 = 9
2 + (3 + 4) = 2 + 7 = 9
Jadi, (2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4).
Sifat seperti ini dinamakan sifat asosiatif pada penjumlahan.

Sekarang, coba perhatikan contoh perkalian berikut.
(2 × 3) × 4 = 6 × 4 = 24
2 × (3 × 4) = 2 × 12 = 24
Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).
Sifat ini disebut sifat asosiatif pada perkalian.

3.    Sifat Distributif
Selain sifat komutatif dan sifat asosiatif, terdapat pula sifat distributif. Sifat distributif disebut juga sifat penyebaran. Untuk lebih memahaminya, perhatikanlah contoh berikut.
Contoh 1
Apakah 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 + 5) = 3 × 9 = 27
(3 × 4) + (3 × 5) = 12 + 15 = 27
Jadi, 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5).
Contoh 2
Apakah 3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 – 5) = 3 × (–1) = –3
(3 × 4) – (3 × 5) = 12 – 15 = –3
Jadi, 3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5).
Contoh 1 dan Contoh 2 menunjukkan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dan pengurangan.

B.     Menyelesaikan Soal Cerita Operasi Hitung Bilangan
Kesulitan  dalam menyelesaikan soal cerita adalah “mengubah soal cerita dalam bentuk kalimat matematika”. Sehingga hal penting dalam membelajarkan soal cerita pada siswa adalah “membimbing siswa menemukan gambaran kerangka pemikirannya, menerjemahkan gambaran kerangka pemikiran tersebut dalam bentuk kalimat matematika, dan kemudian menyelesaikan kalimat matematika dari soal cerita tersebut.
Contoh Permasalahan:
1.    Sebuah agen distributor (penyalur) semen “A” mendapat setoran 4 boks semen yang dikirim menggunakan motor roda tiga. Setiap boks kendaraan roda tiga berisi 6 sak semen. Oleh agen “A” seluruh semen akan disetor secara merata kepada 3 agen penyalur yang lebih kecil yakni penyalur “B”,  “C”,  dan “D”. Pertanyaannya adalah berapa sak semen yang diterima oleh masing-masing agen penyalur “B”,  “C”,  dan “D” tersebut?
Penyelesaian Masalah:
Gambaran kerangka berpikir dari masalah 1 tersebut adalah:
Jika gambaran kerangka berpikir tersebut diteruskan secara lengkap, maka
bentuknya akan menjadi seperti berikut.
Dari kedua gambaran pemecahan masalah di atas, gambar I  melukiskan kalimat matematika berbentuk  4 × 6  :  3 = ...    .....(1)
Sedangkan gambar II melukiskan penyelesaian dari kalimat matematika tersebut, yakni  (4 × 6)  :  3 =  24 : 3 = 8   .....(2)



Lampiran 2
FORMAT SOAL/ INSTRUMEN
1.    Di toko  Pak Syahdian tersedia 12 karung beras. Setiap karung beratnya 50 kg. Jika hari ini dan kemarin masing-masing terjual 175 kg dan 120 kg, berapa kg sisa beras di warung Pak Syahdian sekarang ?
Penyelesaian :
a.       Baca pernyataan (soal) secara berulang-ulang hingga paham.
b.      Hal yang ditanyakan adalah sisa beras setelah terjual selama 2 hari.
c.       Tuliskan kalimat matematikanya.
      12 karung  x 50 kg – (175 kg + 120 kg)
    = 600 kg – 295 kg
    = 305 kg
       Jadi sisa beras di warung Pak Syahdian adalah 305 kg

2.      Delapan truk mengangkut beras yang akan disetorkan ke gudang beras, masing-masing truk mengangkut 7.500 kg beras. Bila dalam gudang masih ada persediaan beras 1.525 kg, berapa kg beras yang ada dalam gudang tersebut sekarang? 
Penyelesaian:
a.       Memahami masalah
            Diketahui    :  8 truk mengangkut beras, masing-masing truk mengangkut 
                                   7.500 kg. Persediaan beras di gudang masih 1.525 kg.
            Ditanyakan :  Beras yang ada dalam gudang tersebut sekarang.
b.      Menyusun rencana penyelesaian
(8 × 7.500) + 1.525 = …
c.       Melaksanakan rencana penyelesaian
(8 × 7.500) + 1.525 = 60.000 + 1.525 = 61.525
Jadi beras yang ada dalam gudang tersebut sekarang 61.525 kg

3.      Kelompok petani di suatu desa  mendapat bantuan 9 karung pupuk urea. Tiap karung beratnya 72 kg. Pupuk itu akan dibagikan kepada 18 orang petani. Berapa kg pupuk urea yang akan diperoleh setiap petani? 
Penyelesaian:
a.       Memahami masalah
Diketahui    :   9 karung pupuk urea, tiap karung beratnya 72 kg. Pupuk itu
akan dibagikan kepada 18 orang.
            Ditanyakan :  pupuk urea yang akan diperoleh setiap petani.
b.      Menyusun rencana penyelesaian
Pupuk urea yang akan diperoleh setiap petani  adalah  9  dikalikan 72
kemudian dibagi 18.
c.       Melaksanakan rencana penyelesaian
Pupuk urea yang akan diperoleh setiap petani  adalah
(9 × 72)  : 18 =  648 : 18 = 36
Jadi pupuk urea yang akan diperoleh setiap petani adalah 36 kg.






Lampiran 3
FORMAT PENILAIAN AKHIR
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1

Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.


2.
Pengetahuan


Sikap
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan
* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1
4
2
1

Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Pengetahuan
Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.






 

CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial