RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
A.
Identitas Mata Pelajaran
1.
Nama Sekolah :
SDN SAPUTRA
2. Kelas/Semester :
IV (Empat) /1 (satu)
3.
Mata Pelajaran :
Matematika
4.
Pokok Bahasan Pelajaran : Operasi hitung campuran
5.
Jumlah Pertemuan :
2 x 35 menit (1 X pertemuan)
B.
Standar Kompetensi
1.
Memahami dan menggunakan
sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam
pemecahan masalah.
C.
Kompetensi Dasar
1.4
Melakukan operasi hitung campuran.
D.
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.
Menentukan aturan operasi
hitung campuran.
2.
Menyelesaikan soal cerita yang
mengandung pengerjaan hitung campuran.
E.
Tujuan Pembelajaran
1.
Siswa dapat menentukan aturan
operasi hitung campuran.
2.
Siswa dapat menyelesaikan soal cerita
yang mengandung pengerjaan hitung campuran.
Ø Karakter siswa yang diharapkan :
ü Disiplin (Discipline)
ü Rasa hormat dan perhatian (respect)
ü Tekun (diligence)
ü Tanggung jawab (responsibility)
F.
Materi Pembelajaran
Operasi hitung bilangan
ü operasi hitung campuran
ü penyelesaian soal cerita operasi hitung
bilangan
G. Metode
Pembelajaran
Pembelajaran Langsung dan Problem
Solving.
H. Kegiatan
Pembelajaran
Pertemuan Pertama
No
|
Kegiatan
|
Sub Kegiatan
|
Waktu
|
Pengorganisasian Siswa
|
Siswa
|
Guru
|
1.
|
Pendahuluan
|
a.
Menjawab salam
b.
Berdoa bersama guru dipimpin
ketua kelas
c.
Mengikuti presensi
d.
Mengikuti games yang diberikan guru
e.
Menyimak tujuan pembelajaran
yang disampaikan guru
|
a.
Membuka kegiatan pembelajaran
dengan mengucapkan salam
b.
Meminta ketua kelas memimpin
doa
c.
Melakukan presensi
d.
Memberikan games untuk membangkitkan semangat
siswa
e.
Mengemukakan tujuan
pembelajaran
|
15
menit
|
Individu
|
2.
|
Pembelajaran
Inti
|
ü Eksplorasi
a.
Bersama guru membuka buku
pelajaran mengenai bab operasi hitung bilangan
b.
Memperhatikan guru yang
menjelaskan mengenai konsep operasi hitung bilangan
ü Elaborasi
a. Mengerjakan soal cerita dengan melakukan operasi
hitung campuran
b. Mengerjakan
soal operasi hitung bilangan di depan kelas
ü Konfirmasi
a. Memperhatikan
umpan balik yang diberikan oleh guru
b. Melakukan
refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan
c.
Siswa dan guru bertanya jawab
mengenai materi yang belum diketahui siswa
|
a. Bersama
siswa membuka buku pelajaran mengenai
bab operasi hitung
bilangan
b. Menjelaskan
mengenai konsep operasi
hitung bilangan
a.
Memantau siswa mengerjakan
soal cerita dengan melakukan operasi hitung campuran
b.
Menunjuk tiga siswa untuk
mengerjakan soal operasi hitung bilangan di depan kelas
a.
Memberikan umpan balik
positif dan penguatan
dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat,
maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa
b.
Memfasilitasi siswa melakukan
refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan
c.
Guru bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
|
45 menit
|
Individu
|
3.
|
Penutup
|
a.
Bersama-sama dengan guru
membuat rangkuman
atau simpulan pelajaran
b.
Dapat menjawab pertanyaan
yang diberikan guru mengenai materi pelajaran yang telah diberikan
c.
Menyimak tugas lanjut yang
diberikan guru
d.
Menyimak rencana pembelajaran
pada pertemuan berikutnya
e.
Berdoa bersama dan menjawab
salam penutup dari guru
|
a.
Bersama-sama dengan siswa
membuat rangkuman/simpulan pelajaran
b.
Melakukan penilaian dan/atau
refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan
terprogram
c.
Memberikan tugas lanjut
kepada siswa
d.
Menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan berikutnya
e.
Berdoa bersama dan
mengucapkan salam penutup
|
10 menit
|
Individu
|
I.
Media dan Sumber Belajar
1.
Media Pembelajaran
a.
Gambar
2.
Sumber Belajar
a. Buku Pelajaran
Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 4
b. Matematika SD
untuk Kelas IV 4 B Esis
c.
Matematika Progesif
Teks Utama SD Kelas 4
J.
Penilaian Hasil Belajar
1.
Prosedur Penilaian
a.
Indikator Pencapaian : Menghitung operasi hitung campuran
Kompetensi
b.
Teknik : Tugas individu
c.
Bentuk instrumen : Laporan buku pekerjaan rumah
d.
Soal/ instrumen : terlampir
K.
Lampiran
1.
Lampiran 1 : Materi Pembelajaran
2.
Lampiran 2 : Format Soal/ Instrumen
3.
Lampiran 3 : Format Penilaian Akhir
Malang,
22 April 2013
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru
Mapel Matematika
Drs. Pradika Wahyu Saputra Ayu Linda Puspita S.Pd
NIP : 115030400111055 NIP
: 110131436555
Lampiran 1
MATERI PEMBELAJARAN
A.
Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan
Ada 3 sifat yang dimiliki
operasi hitung bilangan cacah. Sifat-sifat tersebut adalah sifat komutatif,
sifat asosiatif, dan sifat distributive. Ketiga sifat ini sangat penting karena
dapat mempermudah penyelesaian.
1.
Sifat Komutatif
Seperti
yang telah kamu ketahui, sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran. Untuk
lebih jelasnya, perhatikan penjumlahan berikut.
2 + 4 = 6
4 + 2 = 6
Jadi, 2 + 4 = 4 + 2.
Sifat seperti ini dinamakan sifat komutatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan perkalian berikut.
2 × 4 = 8
4 × 2 = 8
Jadi, 2 × 4 = 4 × 2.
Sifat
seperti ini dinamakan sifat komutatif pada perkalian.
Apakah
sifat komutatif berlaku pada pengurangan dan pembagian?
Perhatikan contoh berikut.
a. 2 – 4 = –2 dan 4 – 2 = 2
Jadi, 2 – 4 tidak sama dengan 4 – 2, atau 2 – 4 ≠ 4 – 2.
b. 2 : 4 = 0,5 dan 4 : 2 = 2
Diperoleh bahwa 2 : 4 tidak sama dengan 4 : 2, atau 2 : 4 ≠
4 : 2
Jadi,
pada pengurangan dan pembagian tidak berlaku sifat komutatif.
2.
Sifat Asosiatif
Pada
penjumlahan dan perkalian tiga bilangan bulat berlaku sifat asosiatif atau
disebut juga sifat pengelompokan. Perhatikanlah contoh penjumlahan tiga
bilangan berikut.
(2 + 3) + 4 = 5 + 4 = 9
2 + (3 + 4) = 2 + 7 = 9
Jadi, (2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4).
Sifat seperti ini dinamakan sifat asosiatif pada penjumlahan.
Sekarang, coba perhatikan contoh perkalian berikut.
(2 × 3) × 4 = 6 × 4 = 24
2 × (3 × 4) = 2 × 12 = 24
Jadi, (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4).
Sifat ini disebut sifat asosiatif pada perkalian.
3.
Sifat Distributif
Selain
sifat komutatif dan sifat asosiatif, terdapat pula sifat distributif. Sifat
distributif disebut juga sifat penyebaran. Untuk lebih memahaminya,
perhatikanlah contoh berikut.
Contoh 1
Apakah 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 + 5) = 3 × 9 = 27
(3 × 4) + (3 × 5) = 12 + 15 = 27
Jadi, 3 × (4 + 5) = (3 × 4) + (3 × 5).
Contoh
2
Apakah 3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5)?
Jawab:
3 × (4 – 5) = 3 × (–1) = –3
(3 × 4) – (3 × 5) = 12 – 15 = –3
Jadi, 3 × (4 – 5) = (3 × 4) – (3 × 5).
Contoh 1 dan Contoh 2 menunjukkan sifat distributif perkalian terhadap
penjumlahan dan pengurangan.
B.
Menyelesaikan Soal Cerita Operasi Hitung Bilangan
Kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita adalah
“mengubah soal cerita dalam bentuk kalimat matematika”. Sehingga hal penting
dalam membelajarkan soal cerita pada siswa adalah “membimbing siswa menemukan
gambaran kerangka pemikirannya, menerjemahkan gambaran kerangka pemikiran
tersebut dalam bentuk kalimat matematika, dan kemudian menyelesaikan kalimat
matematika dari soal cerita tersebut.
Contoh Permasalahan:
1.
Sebuah agen distributor
(penyalur) semen “A” mendapat setoran 4 boks semen yang dikirim menggunakan
motor roda tiga. Setiap boks kendaraan roda tiga berisi 6 sak semen. Oleh agen
“A” seluruh semen akan disetor secara merata kepada 3 agen penyalur yang lebih
kecil yakni penyalur “B”, “C”, dan “D”. Pertanyaannya adalah berapa sak
semen yang diterima oleh masing-masing agen penyalur “B”, “C”,
dan “D” tersebut?
Penyelesaian Masalah:
Gambaran kerangka berpikir dari masalah 1
tersebut adalah:
Jika gambaran kerangka berpikir
tersebut diteruskan secara lengkap, maka
bentuknya akan menjadi seperti
berikut.
Dari
kedua gambaran pemecahan masalah di atas, gambar I melukiskan kalimat matematika berbentuk 4 × 6
: 3 = ... .....(1)
Sedangkan
gambar II melukiskan penyelesaian dari kalimat matematika tersebut, yakni (4 × 6)
: 3 = 24 : 3 = 8
.....(2)
Lampiran 2
FORMAT SOAL/ INSTRUMEN
1.
Di toko Pak Syahdian tersedia 12 karung beras. Setiap
karung beratnya 50 kg. Jika hari ini dan kemarin masing-masing terjual 175 kg
dan 120 kg, berapa kg sisa beras di warung Pak Syahdian sekarang ?
Penyelesaian :
a.
Baca pernyataan (soal) secara berulang-ulang hingga paham.
b.
Hal yang ditanyakan adalah sisa beras setelah terjual selama
2 hari.
c.
Tuliskan kalimat matematikanya.
12
karung x 50 kg – (175 kg + 120 kg)
= 600 kg – 295 kg
= 305 kg
Jadi sisa beras di warung Pak Syahdian adalah 305 kg
2.
Delapan truk mengangkut beras yang akan disetorkan ke gudang
beras, masing-masing truk mengangkut 7.500 kg beras. Bila dalam gudang masih
ada persediaan beras 1.525 kg, berapa kg beras yang ada dalam gudang tersebut
sekarang?
Penyelesaian:
a.
Memahami masalah
Diketahui : 8
truk mengangkut beras, masing-masing truk mengangkut
7.500 kg.
Persediaan beras di gudang masih 1.525 kg.
Ditanyakan
: Beras yang ada dalam gudang tersebut
sekarang.
b.
Menyusun rencana penyelesaian
(8
× 7.500) + 1.525 = …
c.
Melaksanakan rencana penyelesaian
(8
× 7.500) + 1.525 = 60.000 + 1.525 = 61.525
Jadi
beras yang ada dalam gudang tersebut sekarang 61.525 kg
3.
Kelompok petani di suatu desa mendapat bantuan 9 karung pupuk urea. Tiap
karung beratnya 72 kg. Pupuk itu akan dibagikan kepada 18 orang petani. Berapa
kg pupuk urea yang akan diperoleh setiap petani?
Penyelesaian:
a.
Memahami masalah
Diketahui : 9
karung pupuk urea, tiap karung beratnya 72 kg. Pupuk itu
akan dibagikan
kepada 18 orang.
Ditanyakan
: pupuk urea yang akan diperoleh setiap
petani.
b.
Menyusun rencana penyelesaian
Pupuk
urea yang akan diperoleh setiap petani
adalah 9 dikalikan 72
kemudian
dibagi 18.
c.
Melaksanakan rencana penyelesaian
Pupuk
urea yang akan diperoleh setiap petani
adalah
(9
× 72) : 18 = 648 : 18 = 36
Jadi
pupuk urea yang akan diperoleh setiap petani adalah 36 kg.
Lampiran
3
FORMAT PENILAIAN AKHIR
No.
|
Aspek
|
Kriteria
|
Skor
|
1.
|
Konsep
|
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
|
4
3
2
1
|
Performansi
No.
|
Aspek
|
Kriteria
|
Skor
|
1.
2.
|
Pengetahuan
Sikap
|
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan
* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
|
4
2
1
4
2
1
|
Lembar Penilaian
No
|
Nama Siswa
|
Performan
|
Produk
|
Jumlah Skor
|
Nilai
|
Pengetahuan
|
Sikap
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
|
|
|
|
|
|
CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal
) X 10.
@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat
penilaian KKM maka diadakan Remedial